Feeds:
Posts
Comments

Missjutek nge-blog di IPB

mhehehe… kali ini saya berkesempatan untuk main dan berkopdar ria dengan teman2 blogger lain di kampus IPB darmaga dalam acara IPB Blogging Day :D

ini berawal dari undangan di milisnya blogor dari miftah yang menginformasikan soal adanya acara IPB Blogging Day, yang katanya diacara ini akan ada “pemecahan rekor MURI kategori post blog dengan 1000 laptop bersamaan”. yah, cukup menarik kan? :D maka saya dan teman2 blogor pun langsung menanggapi postingan miftah di milis tersebut. setelah berkoordinasi dengan beberapa barudak blogor, maka kita pun datang ke IPB buat ikut berpartisipasi.

Sebelum acara puncak, yaitu pemecahan rekor MURI, terlebih dahulu ada 2 talkshow mengenai nge-blog. Talkshow pertama diisi oleh blogger dari IPB yaitu pak Sjafri, mas wongbagoes dan pak firman. Dan alkshow ke dua diisi oleh ndorokakung dan nonadita. Fyi, pak Sjafri, mas wongbagoes dan nonadita ini masih barudak blogor juga loh… hihihi…

Setelah dihibur dengan penampilan bandyang unik dari IPB, maka acara yg ditunggu2 yaitu Pemecahan Rekor MURI pun dimulai.

yah, beberapa kali terjadi kesalahan teknis sih dalam penggunaan wifi-nya sih, tapi ga ngaruh tuh buat saya mhehehe… soalnya saya lupa bawa wifi-adaptor buat laptop saya, tapi untungnya saya bawa si modem smart saya jadi tetep bisa ikut berpartisipasi bikin postingan deh :D

Yah, saya sebenernya ga nyiapin draft tulisan apa sih buat dateng ke acara ini… Jadi maap ya kalo postingannya cuman segini ajah… abis ga tau juga mesti nulis apa lagi nih… mhehehe… :D

NB. Foto bukti (biar ga dibilang hoax) akan saya pajang di blog ini, segera! *setelah ada yg upload foto2nya*

Seharusnya sudah 1 tahun efektif saya nge-blog, sayangnya sudah beberapa bulan ini saya malah kelamaan hiatus. Awalnya sih karena kesibukan saya dalam menyelesaikan suatu tugas yang menyangkut hidup-mati *halah, lebay sangath deh* tapi kesini-sininya, bahkan ketika saya nganggur pun saya jadi malas untuk kembali nge-blog.

Sebenarnya mseki saya off dari kegiatan nge-blog, saya tetap masih melakukan aktivitas menulis saya. menulis buat saya sudah jadi nafas… kalo ga nulis sama artinya dengan ga nafas, buat saya. untuk beberapa orang mungkin pernyataan saya tadi itu berlebihan. jujur, saya bukan tipe orang yang pandai berbicara. bahkan untuk sekedar curhat pun saya tidak bisa melakukannya pada sembarang orang. bahkan (lagi) pada sahabat terdekat saya sekalipun  ada hal2 yang tidak dapat saya ceritakan mengenai diri saya atau masalah di kehidupan saya. maka dari itu saya butuh media lain untuk menuangkan seluruh isi pemikiram saya. dan saya memilih menulis sebagai media untuk menuangkan segala pemikiran saya.

Dalam menulis, saya termasuk omnivora. saya menulis dalam berbagai bentuk tulisan. semuanya tergantung pada mood saya ketika saya menulis. hal tersebut dapat terlihat dari isi postingan pada blog saya ini. ada artikel, puisi, review film dan banyak sekali curhatan :D semuanya tak ingin saya batasi. meski ketika saya terlalu lama tidak meng-update blog saya ini, saya jadi merasa tulisan-tulisan saya yang telah saqya buat selama ini tidaklah pantas untuk dimuat dalam suatu blog. Aneh! ya memang aneh, saya pun merasakan keanehan dari pemikiran saya tersebut. Kenapa baru sekarang saya berpikir begitu? Apa yang membuat saya berpikir begitu? ya pertanyaan-pertanyaan itu juga saya ajukan pada diri saya sendiri. tapi saya juga tidak tau apa jawabannya. Tapi sekarang saya pikir lagi, ya sudahlah… saya biarkan saja pertanyaan itu untuk tetap disitu tanpa ada usaha untuk saya jawab. kenapa? karena saya pikir dari pada saya mandeg terus disini dan terus mempertahankan hal itu, lebih baik saya berdamai dengan ego saya tersebut dan mem-posting saja tulisan saya ini. percuma juga kan terus-terusan memikirkan layak atau tidaknya tulisan-tulisan saya untuk di-publish dan  biarkan saja orang lain yang membaca yang nati menilai soal layak atau tidaknya tulisan saya ini. :D

saya pernah mendiskusikan keluhan saya ini dengan seorang sahabat, dan ia berpendapat kalau pemikiran saya itu berlebihan. pada saat itu dia bilang, “ga usah mikir layak atau ga layaknya tulisan lo lah… toh itu blog lo… kalau soal beginian mah be selfish aja… missjutek tuh blog lo, mau lo isi apa juga ya terserah lo, bahkan kalaupun lo mau men-delete blog lo itu pun terserah lo. Jadi buat pa lo pusung-pusing mikirin soal layak ato enggaknya tulisan lo?! ga penting! ngabis-ngabisin energi aja!” awalnya saya sempat sebel juga dibilang begitu, tapi setelah saya renungkan lagi, umm… ya bener juga sih yang ia bilang. hehehehe… yang penting saya posting aja dulu deh… karena sebenarnya saya menikmati kegiatan nge-blog ini. mem-posting tulisan, membaca komentar-komentar tentang tulisan saya, dan yang paling saya suka adapah ber-kopdar-ria bersama kawan-kawan blogging saya… :D

Hal-hal tersebut menjadi proses aktualisasi diri buat saya yang intrivert. saya merasa dihargai dengan adanya yg membaca tulisan saya tersebut.

bahkan tidak hanya itu, dari kegiatan nge-blog yang saya lakukan, masih banyak lagi hal-hal lain yang saya dapatkan. yang paling berharga buat saya adalah dari kegiatan nge-blog saya jadi punya keluarga baru, keluarga yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan untuk memiliki keluarga yang seprti ini. Blogor adalah keluarga saya.

unoffically logo baru Blogor

saya masih ingat lebih dari 1 tahun yg lalu, ketika awal saya terjun ke dunia per-blog-an ini. awalnya saya nge-blog hanya berinteraksi dengan seorang sahabat saya yang telah saya kenal sebelumnya di dunia nyata. tapi suatu ketika ada Hanggadamai yang menyapa saya di blog ini dan mengajak saya untuk berpartisipasi dalam pembentukan Blogor. saya sempat ragu untuk mengikuti ajakan hangga saat itu. saya merasa minder, karena saya masih newbe di dunia per-blog-an ini. tapi hari minggu itu saya memberanikan diri untuk datang saja lah dulu ke acara pembentukan Komunitas Blogger Bogor tersebut di Plaza Telkom, Pajajaran. karena dari situ lah saya akhirnya bisa berkenalan dengan barudak blogor dan bisa dekat juga belajar berbagai hal dari mereka. Terima kasih untuk semua kebahagiaan yng telah kalian bagi bersama saya… Maju Terus BLOGOR!!!! :D

Ahay… saya balik lagi… kali ini dengan review film lagi… :D

Kali ini karena menyambut liburan anak sekolah, saya me-review film Indonesia yang cocok buat ditonton anak-anak sekolah yang lagi liburan. Film liburan yang cocok untuk keluarga…

garuda

Film Garuda di Dadaku bercerita tentang perjuangan Bayu, seorang anak laki-laki berumur 13 tahun yang tergila-gila banget sama sepak bola. Meski pun sudah dilarang keras oleh kakeknya buat maen sepak bola, bayu tetap sering curi-curi waktu untuk kabur dan maen sepak bola di lapangan bulutangkis dekat rumahnya. Ga heran sih kalo Bayu tumbuh menjadi anak yang sangat suka bermain sepak bola, Ayah Bayu sendiri adalah mantan pemain sepak bola.

Bayu mempunyai seorang sahabat, yang sama-sama tergila-gila dengan sepak bola, yaitu Heri. Sayangnya Heri memiliki keterbatasan fisik, sehingga ia tidak dapat secara langsung bermain sepak bola, tapi ia sangat jago dalam taktik permainan. Heri adalah seorang sahabat yang sangat mendukung keinginan Bayu untuk menjadi seorang pemain sepak bola, terlebih untuk masuk ke dalam tim nasional sepak bola Indonesia U-13, dan mengenakan seragam tim-nas dengan lambang garuda di dada sebelah kiri.

Cerita yang disajikan sebenarnya sederhana saja… tapi menarik dan memotivasi. Ada “sesuatu pesan” yang akan penonton bawa pulang setelah menontonnya… terutama untuk penonton anak-anak usia sekolah *sebenarnya buat yang dewasa-nya juga bisa sih*. Cerita yang sederhana, namun karena penggarapannya baik sehingga menjadikan film ini sangat menarik untuk disimak. Dengan naskah skenario yang bagus diikuti oleh akting yang bagus pula dari para pemainya, membuat film ini terasa lengkap. Ada tawa lucu, drama mengharukan serta aksi permainan sepak bola yang menarik.

Dari segi gambar juga OK, penonton banyak disuguhi aksi permainan sepak bola yang ciamik. Untuk adegan lain selain aksi sepak bola, pengambilan gambar juga cukup baik… yah, paling tidak saya ga melihat ada adegan yang digambarkan terlalu aneh.

Untuk kekurangan, buat saya sih cuman dari segi fashion-nya Bayu… dari awal film, Bayu selalu dikasih pakaian yang terlalu kebesaran… dan bikin badannya bayu yang kecil itu semaikn terlihat kecil aja. Ya, ngerti sih namanya maen sepak bola ga mungkin pake baju yang terlalu nge-pas juga… tapi ya jangan sampe yang terlalu longgar juga kan? Rada ganggu aja gitu litany… :D *saya doang yang riwil ini aja sih keknya yang merasa terganggu dengan hal ini* Baju yang paling “ganggu” adalah seragam sekolah Bayu yang amat-sangat-kegedean-banget-sekali!

But over all, film ini memang bagus banget! Kalo saya boleh kasih bintang untuk me-rating film, film Garuda di Dadaku ini saya kasih 4 ½ bintang dari 5 bintang yang biasanya tersedia. Yang pasti, film ini jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh lebih bagus dari film KCB yang sebelumnya udah saya saksikan juga.

Ahaaaiiiii… udah lama banget saya gak posting di blog saya ini… abis bingung mau nulis apa… sama agak sibuk juga sih mengerjakan suatu hal yang mungkin akan cukup berpengaruh terhadap hidup saya selanjutnya… apa itu? ga akan saya bahas disini (jadi kalaupun nanti ada yg nanya *GR aja deh gw* saya ga akan jawab). Postingan kali ini pun saya kerjakan di sore hari di suatu tempat yang seharusnya telah saya tinggalkan dari setadi siang, hanya saja saya mengulur-ulur waktu terus hingga akhirnya saya terjebak hujan besar dan kedinginan tiada tara di sini *lebay sangath deh*

kali ini saya mau cerita tentang pengalaman dan pendapat saya juga sedikit review tentang film yang sekarang lagi hoboh gitu deh di Indonesia… yupsi, apa lagi kalau pukan KCB a.k.a Ketika Cinta Bertasbih. iya sih tau, postingan kemaren juga tentang review film, tapi gpp dong kalo sekarang review film lagi… ga ada salahnya toh?

Continue Reading »

pertaruhanHari minggu kemarin, saya dan beberapa teman dari blogor mendapat kesempatan untuk menonton film dokumenter hasil kerja sama antara Kalyana Shira Films dengan Kalyana Shira Fondation, yang berjudul Pertarungan. Film ini adalah kumpulan dari 4 film dokumenter yang bercerita tentang perempuan dan kontroversi tentang tubuh perempuan.
Film yang pertama yang berjudul “Mengusahakan Cinta” bercerita tentang kisah 2 Tenaga Kerja Wanita asal Indonesia yang bekerja di Hongkong. Mereka memilih untuk menjadi buruh migran di Hongkong, karena mereka merasa pendapatan yang mereka dapatkan dengan menjadi buruh migran di negeri orang jauh lebih besar dari pada mereka bekerja di Indonesia. Kisah pertama adalah tentang Ruwati, seoarang pembantu rumah tangga. Ia memiliki tumor di dalam rahimnya, yang mengakibatkan ia harus menjalani operasi melalui vaginanya, untuk mengambil tumor tersebut, tanpa perlu mengangkat rahimnya. Karena sebenarnya ia masih gadis. Namun ternyata kekasihnya di Indonesia malah mempertanyakan kegadisannya dengan adanya hal ini.
Kisah ke dua adalah tentang Rian. Seorang pengasuh dari seorang wanita jompo di Hongkong. Ia menjadi Lesbian setelah mengalami kegagalan dalam rumah tangganya. Dan mendapat siksaan batin serta moral dari mantan suaminya. Ia nyaman sebagai lesbian di Hongkong, namun ia merasa takut untuk membawa hubungan lesbiannya tersebut ke Indonesia.

Film kedua berjudul “Untuk Apa?” bercerita tentang praktek sunat pada perempuan di Indonesia. Terjadi perbedaan cara dan konteks dalam pelaksanaan praktek sunat perempuan ini. Sebagian besar mengatakan, bahwa sunat untuk perempuan ini ditujukan untuk “membersihkan” anak perempuan dari sipit setan yang akan mengarahkannya menjadi liar. Padahal belum ada bukti dari pernyataan tersebut. Terlebih, pelaksaannya yang berbeda2 dan bahkan membuat trauma bagi beberapa orang yang melakukannya. Dalam pelaksanaannya, ada yang langsung disunat ketika lahir, dan ada pula yang baru disunat menginjak usia belita atau lebih tua lagi. Perbedaan konsep dan kepercayaan tentang praktek sunat perempuan ini lah yang diangkat dalam film ini.

Di Indonesia, yang dikatakan sebagai wanita lajang adalah wanita yang belum/tidak menikah dan tidak melakukan hubungan seksual. Hal ini lah yang menjadi sebuah kerancuan ketika seorang akan memerikasakan kesehatan dirinya pada pihak obstetri dan ginekologi / SpOG (kebidanan dan kandungan). Seorang wanita lajang yang memerikasakan kesehatan alat reproduksinya sering kali terbentur persepsi moral yang dituduhkan oleh para obstetri dan ginekologi / SpOG (kebidanan dan kandungan). Seperti misalnya, pemeriksaan pups meer untuk mengecek saluran reproduksi pada wanita, apakah terdapat kelainan yang mungkin dapat mengakibatkan kanker sevics (kanker mulut rahim). Pada pemeriksaan pups meer ini, akan dimasukan sebuah alat pada vagina pasien. Untuk mengambil cairan pada rahim pasien. Dan dalam pelaksanaannya, tentunya pemasukan alat periksa ini kedalam vagina dapat mengakibatkan robeknya selaput dara pada seorang wanita yang belum pernah melaukan hubungan seks. Hal ini lah yang dijadikan alibi bagi para obstetri dan ginekologi / SpOG (kebidanan dan kandungan) untuk tidak melakukan pups meer pada wanita lajang. Padahal jika ditilik dari gaya hidup masyarakat kita terlebih di kota besar, banyak wanita lajang yang sudah pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Dan tentunya mereka juga ini juga memiliki resiko untuk terkena kanker servics. Dan statusnya sebagai “nona” (belum menikah) membuatnya menjadi seakan2 langsung divonis bersalah olah obstetri dan ginekologi / SpOG (kebidanan dan kandungan), karena mereka ini telah melakukan hubungan seks pra nikah. Masalah ini lah yang diangkat dalam film ketiga ini yang berjudul “Nona Nyonya?”.

Dan sebagai film terakhir adalah film berjudul “Ragat’e Anak”. Fim ini mengisahkan tentang 2 orang PSK di kompleks pekuburan cina di daerah Gunung Bolo, Tulungagung yang berjuang menghidupi dirinya dan keluarganya. Setiap pagi hingga menjelang sore, mereka bekerja sebagai pemecah batu dan pada malam harinya mereka bekerja sebagai PSK. Tempat beroperasinya yang adalah di kompleks pekuburan cina, membuat tarifnya menjadi amat murah. Selain itu, adanya preman2 di kawasan kompleks pekuburan ini juga menambah sulit kehidupan mereka. Continue Reading »

mee dan Pemilu 2009

Pemilihan umum telah memanggil kita

S’luruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi pancasila

Hikmah Indonesia merdeka…

Itu dia sepenggal dari mars pemilu puatan orde baru… Produk yang menurut segelintir orang udah enggak jamannya… malah dicoba untuk digantikan dengan lagunya coklat yg berjudul ….. Tapi buat saya pribadi, saya sih lebih suka mars pemilu orde lama… lebih membangkitkan rasa nasionalisme aja gitu… :mrgreen:

Tahun ini, sesuai dengan presiksi para pengamat politik—yang sering saya lihat di tivi ketika menonton berita—banyak yg golput, juga banyak terjadi ke-riweh-an dalam pelaksanaannya… baik di pihak pemilih, petugas KPPS, KPU dan Pemerintah. Tapi bukan tentang hal itu yang akan saya ceritakan… yah, saya sih merasa enggak berkompeten aja untuk mengkomentari hal2 tersebut *siape elo?!!*. Secara pengetahuan politik saya juga enggak banyak2 amat kok… malah bisa dibilang sedikit banget. Seperti biasa, saya disini cuman bakal curhat mengenai pengalaman saya dalam mengikuti pelaksanaan Pemilu kali ini.

Tidak seperti Pemilu2 atau Pilkada sebelumnya, kali ini saya datang ke TPS tidak terlalu pagi. Kalau biasanya saya dan keluarga datang ke TPS sekitar jam 7 pagi agar mendapat nomor urutan di awal, kali ini kami sekeluarga baru datang ke TPS sekitar jam 9, dan TPS-nya sudah ramai oleh para pemilih lain. Hal ini dikarenakan, kami sekeluarga cukup sibuk pagi tadi, untuk membereskan rumah terlebih dahulu, sehubungan dengan kemarinnya (08/04) ada acara 4 bulanan kehamilan kakak saya di rumah. Tapi hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi semangat kami untuk ikut mencontreng dalam pelaksanan Pemilu tahun 2009 ini. Apa lagi ketika petugas KPPS memanggil satu persatu pemilih untuk segera mencontreng di bilik suara, ternyata kami sekeluarga dipanggil langsung, mendahului para pemilih lain yang sepertinya sudah mendaftar terlebih dahulu. *Hehehe… maap ya pak, bu… bukan saya yang buat kok…* :mrgreen:

Surat Suara Saya

Surat Suara Saya

Ketika saya sedang di bilik suara untuk mencontreng partai dan caleg pilihan saya, ada salah seorang saksi yang mengintip saya. Karena merasa terganggu dengan hal tersebut, maka saya pelototi saja si saksi tersebut. Sampai dia menyingkir dari hadapan saya. Saya enggak suka ada yg mengintip pilihan saya… karena setahu saya dari kecil, yang namanya Pemilu itu, musti LUBER—Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia—jadi ya, enggak boleh ada yang lihat saya nyontreng partai dan caleg yang mana dong! Yang lebih menyebalkan lagi, yang ngintip saya itu perempuan! Masih muda pula! Yah… kalo laki-laki sih masih OK lah… mungkin dia naksir saya kali… *cih, narsis!!*

Selesai ngontreng dan setibanya di rumah, baru kami sekeluarga membicarkan tentang partai dan caleg yang kami pilih masing2. Tanpa ada konformasi sebelimnya, saya dan ibu saya ternyata memilih caleg untuk DPD Jawa Barat yang sama. Tapi kalu untuk urusan partai, saya tidak membicarakan pilihan saya pada keluarga, karena saya tau kalo partai yang saya pilih berbeda dengan partai yang orang tua saya pilih. Yah, dari pada nanti jadi kebanyakan bicara hal2 yang cenderung mempengaruhi, mendingan diem aja lah, cari aman… :mrgreen:

By the way, kalian pada ikut nyontreng juga kan???

Tanggal 1 April yang lalu adalah hari ulang tahun saya yang ke 23… *umm… belum terlalu tua juga kan ya??* Tidak ada pesta atau perayaan sekali pun di ulang tahun saya kali ini. Tidak ada acara makan bersama dengan menu yang special. Tidak ada tiupan lilin di atas kur tart, bahkan tidak ada kue sama sekali.

Padahal, kalau mau mengikuti kebiasaan di tahun2 sebelumnya, selalu ada perayaan di saat ulang tahun saya… Paling enggak, biasanya saya mengundang teman2 terdekat saya untuk sengaja datang ke rumah saya untuk makan2 dan potong kue tart. Atau acara traktiran di luar rumah. Bukan, bukan karena taun ini saya pelit… saya jamin, bukan itu alasannya! Saya cuman merasa udah bukan waktunya lagi buat saya merayakan ulang tahun saya dengan cara2 seperti itu.

Rasanya saya malu, dengan umur saya yang ke 23 ini, terlalu banyak target hidup saya yang meleset. *bukan, bukan tentang nikah… itu mah, targetnya masih belum taun ini juga* Saya sendiri merasa sedikit kecewa dengan diri saya… Saya rasa, wajar kan kalo saya kecewa? Yah, mungkin emang enggak harus same segininya juga kali ya… tapi yah, mau gimana lagi emang itu yang saya rasakan di ulang tahun saya kali ini. Tapi bukan berarti saya enggak bahagia sama sekali…

Saya merasa senang, masih diberi kesempatan untuk hidup oleh Allah. Masih punya kesempatan untuk mengejar kembali target hidup saya yang telah meleset. Juga kesempatan untuk merasakan kehidupan saya di 23 tahun ini… Dan sungguh, tidak ada penyesalan untuk kehidupan tersebut. Saya mensyukuri segala yang telah, sedang dan akan terjadi di kehidupan saya ini.

Saya juga merasa senang sekali, karena masih ada teman, sahabat dan tentunya keluarga yang mendoakan dan mengucapkan selamat ulang tahun *dengan atau tanpa melihatnya di reminder di handphone-nya atau jejaring sosial yang saya ikuti* Bahkan sampai ada beberapa sahabat yang sengaja datangi saya di rumah. Dan ada pula yang secara khusus menelpon dari luar negeri. Saya ucapkan terima kasih banyak untuk semua itu. It’s mean a lot for me, guys… :D

Beberapa minggu belakangan ini, saya lagi seneng masak… lagi seneng aja… nyoba2 resep baru yg didapet dari majalah, blog temen, ato bahkan dari komik… masakannya pun macem2… dari mulai kue2 kering pengisi toples di ruang tamu, sampe bakpau sederhana yg simple, tapi bikinnya perlu perjuangan karena nguleninnya lama… juga soto (berbagai macam juga nih yg saya coba masak… ada soto lamongan, soto betawi, dan soto ayam kuning), dan macem2 pasta juga mashed potatoes yg kemaren baru aja saya bikin (namun kebanyakn merica, sehingga menjadi pedes mampus…).

So, maka pada posting-an kali ini yg akan saya bagi adalah… tentunya resep masakan yg udah pernah saya coba di dapur uji missjutek :mrgreen: sehingga udah dapat dipastikan tidak mematikan… *yah, paling cuman masuk rumah sakit aja, karena keracunan… hehehe… kidding!*

Resep yang akan saya bagikan kali ini adalah mashed potatoes with vegetables. Mau curhat dulu dikit ya…*as usually* jadi, resep ini awalnya saya dapet dari seorang teman di Plurk… yaitu, kak poe seorang ibu yang jadi suka masak setelah menikah *katanya* yang juga adalah senior saya di kampus dulu… jadi, waktu itu kak poe mengatakan bahwa dia baru aja makan siang dengan mashed potatoes… dengan serta merta kak echan *temen plurking saya juga yang adalah senior saya yang seangkatan sama kak poe* menanyakan resepnya… setelah dikasih resepnya *via plurk!* dan say abaca… hmm keknya mudah nih bikinnya… maka saya pun langsung meng-save as plurk-page-nya… untuk kemudian akan saya coba untuk membuatnya nanti di rumah… Nah, karena pas sampe rumah ternyata kentangnya cuman ada dikit, jadi yawsu… ntar aja lah kalo punya kentang banyak baru dicoba resepnya… sebelum memiliki kentang yg cukup buat bikin mashed potatoes, kemudian saya mendapatkan resep mashed potatoes lagi… dan kali ini, lebih simple lagi!! Hmm… jadi semakin tertantang buat nyoba dong… resep kali ini, saya dapat dari buku “Cinematherapy for lovers : panduan menonton video untuk menemukan cinta sejati” yang sebenernya udah saya beli dari semenjak 2 tahun lalu… namun hingga detik ini, masih juga belum hatam saya baca… Resepnya ini, ada di bagian tips untuk memancing pembicaraan tentang komitmen selanjutnya dari suatu hubungan dalam pencarian cinta sejati… *anjiiiirrrrrr* Ok, tanpa semakin memperpanjang lagi curhat-an khas saya ini *Pe-De bener…* inilah resepnya :

MASHED POTATOES WITH VEGETABLES

Bahan yang diperlukan :

4 buah kentang (yang ukurannya agak besar ya, jangan yg kecil2, ntar jadinya cuman dikit)

½ cangkir (kira2 100 cc) susu plain (jangan dikasih susu chocolate! Apa lagi strawberry, bisa aneh ntar jadinya!)

3 sendok makan margarine atau mentega (yah, terserah lah… sesuai selera aja, sukanya yg mana)

Sayuran yang sebelumnya telah di rebus sebentar (kalo yg saya peke sih cuman wortel dan kacang panjang *padahal harusnya sih buncis, cuman karena saya nggak ska buncis, jadi disganti sama kacang panjang aja* karena yg ada di kulkas cuman ini… :mrgreen: bisa juga sih—kalo enggak mau repot—pake mix vegetables yg beku ato kalengan yg bisa dijumpai dengan mudah di supermarket terdekat)

Garam dan merica secukupnya (awas, jangan ampe kebanyakan… karena, kalo kebanyakan garem jadi asin, dan kalo kebanyak merica jadi pedes… kek yg saya bikin… :mrgreen: )

Cara membuat :

1. Kupas semua kentang, dan rebus dengan air hingga lunak (kalo saya sih kemaren sekitar 25 menit gitu lah, pastikan untuk sering diliat… jangan sanpe ntar kurang aer dan jadi gosong).

2. Tiriskan kentang yg telah lunak tersebut, lalu lumatkan, hingga benar2 lumat.

3. Kemudian masukan susu, mentega, garam dan merica, lalu aduk hingga benar2 rata.

4. Kemudian, masukan sayuran yang telah direbus tadi, dan aduk kembali hingga benar2 bercampur rata dengan kentangnya.

5. Selesai dan siap disajikan.

Ini fotonya… jadinya lebih dari segini kok… bisa untuk 3 – 4 porsi… sesuai kapasitas perut masing2 lah… :mrgreen:

mashed-potatoes

mashed-potatoes


Selamat Mencoba dan Selamat Menikmati… :mrgreen:

Maafkan aku om…

Hari ini gw baru aja mengalami kejadina yang ummmm… memalukan? yah… malu2in keluarga tepatnya… *menyesal sangat deh*

Jadi gini ceritanya… tadi siang pas naek angkot, gw bertemu dengan seorang pria… terus dia nyuruh gw duduk di samping dia… langsung rada parno dong… ngerinya dia copet atao apa lah… secara, hare geneee gitu kan ya booo… karena emang nggak ada tempat duduk lain selain disamping dia itu yang muat buat gw dudukin dengan nyaman, ya dengan terpaksa gw duduk disamping sang pria… tapi rada minggir2 gitu deh… *pan takut tea!!*

nah, setelah gw duduk da langsung nanya… “teh bella kumaha? damang? tos gaduh putra teu acan?” dan gw pun kaget… heh? siapa nih? kok tau si teteh? temannya teh bella? kok udah tua… (FYI, si pria ini emang bertampang agak tua… yah mungkin umurnya sekitar 35 tahun keatas lah).

Tapi karena gw berniat sopan, gw jawab aja… “teh bela? oh… umm baru hamil… udah sekitar 2 bulanan lah…” dengan bahasa Indonesia! (FYI lagi, gw emang rada kesulitan dalam berbicara dengan bahasa ibu gw inih… soalnya mulut gw bergerak lebih cepat dari otak gw… sedangkan untuk berbicara dengan bahasa ibu gw ini, gw butuh banyak mikir dulu… soalnya nggak biasa menggunakannya…).

Mungkin menangkap siyal umm-ini-siapa-ya dari raut muka gw, maka si pria ini pun berkata “teu kenal nya? putrana pak Ilyas… mung ayena mah tos pindah ka cicurug…” dengan senyuman ramah. dalam otak gw, gw memproses informasi itu… pak ilyas?? sape tuh? temen ibu? temennya ayah apa ya? tapi cicurug… hmmm… ini sih keknya temennya bapak (gw biasa manggil kakek dari ibu dengan panggilan “bapak”).

Terus gw jawab “oh… iyah… hehehe…” dengan senyum bingung.

Untuk memecah suasana bingung ini (mungkin)… terus dia nanya lagi… “berangkat kuliah?” hmm… mungkin efek dari pakean yang terlalu nyantai ini kali ya, jadi dikikirnya gw mo berangkat kuliah…

Maka gw pun menjawab “enggak kok…” belum beres gw ngomong, ada seorang pria lagi (seumuran dengan dia sepertinya) yang nyapa dia… dan mereka pun terlibat dalam pembicaraan–dalam bahasa sunda–yang lebih ngenakin dari pada ngobrol ma gw tadi itu… ya udah… gw pun melanjutkan perjalanan dalam diam, sambil liatin jalan…

terus si pria ini berkata lagi “ayah damel?”.

Gw yang tadinya lagi ngelamun jadi rada kaget juga… “uh… enggak… enggak kerja… dirumah aja… hehehe… ” sambil nyengir kaget.

suasana diam sesaat… terus gw nanya… “berangkat kerja?”

“iyah”

“dimana?”

“unitek” >> aslinya nama perusahannya Unitex

“oh… nggak naek jemputan?” karena setau gw, ada bis karyawan buat Unitex.

“tes teu aya… tas 2 taun… mung tinggal ni ka arah cipayung hungkul…”

“oohhh…”

dead air… untungnya si pria ini udah mo nyampe di Unitex… terus dia ngerogoh kantong celananya buat ngambil uang.

“iyeu ongkosnya sakantenan we…” sambil senyum.

“oh… ah, nuhun…” hyaaa… akhirnya pake bahasa sunda juga gw… hahahahaha…

dan si pria itu pun turun…

setelah dia turun, gw berpikir keras berusaha mengingat-ingat siapakah gerangan pak ilyas ituh… sempet kepikiran mau telpon ayah, cuman baru inget kalo gw lagi ga punya pulsa… *halah… cape deh!!* jadi gw urungkan niat tersebut dan masih mengingat-ingat sendiri…

pas udah mo nyampe di tempat tujuan gw, gw baru inget… muka si pria tadi keknya enggak asing2 amat di ingetan gw… kek mirip siapa gitu yah… dan eng ing eng… baru keinget… mukanya mirip sama Kek Ilyas… suaminya Nenek Entim… adeknya Ummi (nenek gw dari Ibu). berari yang dimaksud pak Ilyas tadi adalah Kek Ilyas… kakek gw!!! kalo si pria tadi itu anak Kek Ilyas, berari dia Om gw!!! Ya Allah… betapa lemot bin bodohnya gw… dan gw tadi nggak cium tangannya!!! Ampun deh… kalo ketauan ibu, bisa digetok pake martil ampe bocor ni kepala… Gw lupa! Asli lupa banget… dan nyesel banget… duh… bisa malu banget nih ntar kalo ketemu lagi… mana tiap lebaran pasti ngumpul di rumah Kek Ilyas… kan pasti ketemu sama Om gw yang itu tadi *masih belum inget namanya siapa…* ahhh… Maluuuuuu… :( *nangis guling2an*

the poems…

Aduh… temansss… saya kembali dari hiatus nge-blog disini yag sebenarnya nggak pernah di sengaja sih… cuman yah… nggak tau deh… tiba2 jadi males aja… tapi kalo di Facebook sih gw masih aktif nulis kok… hehehe…
sebenrnya udah berkali-kali gw nulis di sini, tapi semuanya hanya berakhir di draft aja… nggak ada yg akhirnya gw publish… hehehe… maap ya…

kali ini, gw mau share 2 buah puisi… yg gw baca dari sebuah buku kumpulan puisi yg disusun berdasarkan jenisnya… yang maha tebel… *halah lebay deh*

yang pertama adalah :

Where do all the teachers go?

Where do all the teachers go?
When it’s four o’clock?
Do they live in houses
And do they wash their socks?

Do they ware pyjamas
And do they watch TV?
And do they pick their noses
The same as you and me

Do they live with other people?
Have they mums and dads?
And were they ever children?
And were they ever bad?

Did they ever, never spell right?
Did they ever makes mistakes?
Were they punished in the corner
If they pinched the chocolate flakes?

Did they ever lose their hymn books?
Did they ever leave their greens?
Did they scribble on the desk tops?
Did they wear old dirty jeans?

I’ll follow one back home today
Ill find out what they do
Then I’ll put it in a poem
That they can read to you

Peter Dixon

puisi ini gw posting karena gw suka kata-katanya… lucu… kayak bener-bener ditulis sama anak kecil yg pengen tau gurunya itu seprti apa… hehehe… dan akhirnya menyadari kalo gurunya itu manusia biasa… lucu dan bagus kan??

OK, next yg ke dua adalah :

Best Friend

Would a best friend
Eat your last sweet
Talk about you behind your back
Have a party and not ask you?

Mine did.

Would a best friend
Borrow your bike without telling you
Deliberately forget your birthday
Avoid you whenever possible?

Mine did.

Would a best friend
Turn up on your bike
Give you a whole packet of your favorite sweets
Look you in the eye?

Mine did.

Would a best friend say
Sorry I talked about you behind your back
Sorry I had a party and didn’t invite you
Sorry I deliberately forgot your birthday
– I thought you’d fallen out with me

Mine did.

And would a best friend say, simply
Never mind
That’s OK.

I did.

Bernard Young

kalo yang ke dua ini, menunjukan, bagaimana seharusnya sahabat… seprti apa yang namanya sahabat… yah, pernah gw bahas sedikit sih tentang arti sababat buat gw di postingan yg ini… buat gw, sahabat itu adalah harta yang tak ternilai harganya… sama pentingnya dengan keluarga gw… :)

Older Posts »